Reksadana
Berinvestasi di pasar modal secara eksklusif diartikan adanya nilai investasi yang besar dan kesiapan menanggung resiko besar, sejalan dengan besarnya potensi hasil investasi yang tersedia. Karena perubahan harga saham yang cepat dan berfluktuasi , sering dikatakan bahwa “untuk sanggup menang di pasar modal, orang harus berada di pasar”. Artinya, untuk sanggup memperoleh untung maksimal di pasar modal investor saham harus meluangkan waktu terus menerus memantau pasar. Sebetulnya , investor sanggup berinvestasi di bursa saham secara tidak langsung, yakni dengan membeli unit penyertaan Reksadana. |accounting-media.blogspot.com| Reksadana (mutual fund) ialah akta yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan uang kepada pengelola reksadan (disebut manajer investasi ) untuk dipakai sebagai modal berinvestasi di pasar uang atau pasar modal.
Membeli reksadana tidak ubahnya kita menabung. Bedanya surat tanda menabung tidak sanggup diperjualbelikan, sebaliknya reksadana sanggup diperjualbelikan. Reksadana terbuka berarti investor sanggup dengan gampang menjual-belikan penyertaan yang investor lakukan di reksadana tersebut kepada pihak pengelola. Sedangkan untuk reksadana tertutup yang terjadi ialah kalau penyerta telah menanamkan dananya untuk, katakanlah 1 tahun, maka selama 1 tahun tersebut investor tidak sanggup melaksanakan penjualan balik penyertaannya kepada si pengelola. Ibaratnya ibarat time deposit yang telah ditetapkan dari awal.
Mengenai Reksadana yang tercatat di pasar modal ialah kebanyakan berbentuk reksadana tertutup, dimana dana under management telah terbentuk dari awal. Investor yang membeli “reksadana” tersebut di pasar modal ibarat misalnya “DANA” yang berusaha untuk meraih laba dari fluktuasi yang terjadi di NAB reksadana tersebut. Ibaratnya kalau DANA mempunyai banyak saham TELKOM di portofolionya, maka dikala saham TELKOM naik, maka pembeli saham DANA di bej akan mendapat laba lantaran harga saham DANA akan naik secara tidak langsung. Reksadana sanggup menyediakan dua akomodasi yang sulit dipenuhi oleh pemodal : Pertama : membuat skala hemat dalam berinvestasi yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain untuk membuat investasi dalam skala yang besar. Kedua : menyediakan tenaga professional pengelola investasi imbas secara kolektif.
Jenis-jenis Reksadana
1. Reksa Dana Pasar UangReksa Dana yang investasinya ditanam pada imbas bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap. Reksadana yang melaksanakan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk imbas bersifat hutang.
3. Reksa Dana Saham. Reksadana yang melaksanakan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam imbas bersifat ekuitas.
4. Reksa Dana Campuran. Reksa Dana yang mempunyai perbandingan sasaran aset alokasi pada imbas saham dan pendapatan tetap yang tidak sanggup dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya
Keuntungan mempunyai Reksadana
1. Pengelolaan secara profesional. Reksa dana dikelola oleh para profesional pasar modal yang mempunyai terusan pada gosip dan pedagangan efek, sehingga selalu sanggup meneliti aneka macam peluang investasi terbaik bagi para nasabahnya.
2. Pembagian risiko/Minimalisasi risiko. Pola pembagian risiko ini biasa disebut “diversifikasi”. Pada diversifikasi, dana investasi Anda ditempatkan pada beberapa macam instrumen investasi di pasar modal. Dengan demikian risiko kerugian investasi secara keseluruhan akan lebih kecil.
3. Kemudahan pencairan. Investasi reksa dana gampang untuk diuangkan kembali serta efisien lantaran investor sanggup menjual kembali kepada pengelola investasi.
4. Kemudahan investasi. Berinvestasi di reksa dana relatif gampang lantaran selain prosesnya mudah, investor diberikan beberapa pilihan investasi, dengan seni administrasi yang sesuai dengan risiko dan laba yang diharapkan.
5. Keleluasaan investasi. Dalam reksa dana leluasa untuk menentukan suatu jenis investasi dan leluasa pula untuk pindah ke jenis lainnya sesuai dengan tujuan investasi.
6. Keringanan biaya. Melakukan investasi melalui reksa dana relatif lebih ringan biayanya dibandingkan bila investor melakukannya sendiri. Hal ini disebabkan lantaran pengelola investasi menghimpun dana dalam skala besar sehingga sanggup mengalokasikannya secara ekonomis.
7. Keringanan pajak. Hasil laba dan hasil penjualan kembali reksa dana tidak dikenai pajak sehingga investor mendapat laba yang bersih.
Dividen/bunga
Untuk mendapat dividen/bunga, pemodal harus menentukan reksadana yang mempunyai sasaran pendapatan. Setiap prospectus reksadana akan mencantumkan sasaran dikala penawaran. Adapun sasaran reksadana diantaranya : pendapatan , pertumbuhan dana, pendapatan, dan keseimbangan.
Kegiatan utama manajer investasi ialah melaksanakan investasi portofolio sehingga setiap dikala akan mengambil keputusan alat investasi mana yang harus dibeli atau dijual. Juga memutuhkan menentukan saham yang memberi dividen atau obligasi yang membayar bunga. Makara reksadana selalu punya kesempatan mendapat dividen atau bunga . Hanya saja manajer investasi mempunyai hak untuk mendistribusikan atau tidak dividen atau bunga yang diperolehnya kepada pemodal. Kalau prospektusnya membuktikan bahwa dividen/bunga akan didistribusikan maka dalam waktu tertentu pemodal akan mendapat dividen / bunga .
Capital gain akan diberikan oleh reksadana yang mempunyai sasaran pertumbuhan. Pendapatan ini berasal dari kenaikan harga saham atau diskon obligasi yang menjadi portofolio reksadana. Tentu saja manajer investasi harus berhasil membeli saham pada dikala harga rendah dan menjualnya pada dikala harga tinggi. Selanjutnya manajer investasi mendistribusikan capital gain itu kepada pemodal.
Pendapatan dari capital gain tergantung dari akal manajer investasi. Bila manajer investasi dalam prospektusnya membuktikan akan mendistribusikan capital gain, maka dalam waktu tertentu pemegang reksadana akan mendapat distribusi capital gain ini. Namun ada juga reksa dana yang tidak mendistribusikan capital gain ini, tapi ditambahkan pada NAB.
NAB ialah adalah perbandingan antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi dengan total volume reksadana yang diterbitkan. Contoh pada awal tahun 1999, Manager investasi X menerbitkan 445.000 lembar reksadana dengan harga Rp. 1000. Harga ini sanggup dianggap NAB awal. Pada simpulan tahun 1999, nilai investasi meningkat menjadi Rp. 600.000.000,- akhir kenaikan harga saham yang menjadi portofolio. Manager investasi X, dan juga pembayaran dividen dan bunga obligasi. NAB gres ialah Rp. 600 juta : 445.000 = Rp. 1.348,-. Berarti mengalami kenaikan 34.8%.
Untuk mendapat kenaikan NAB ini tergantung jenis reksadana yang dibeli. Reksadana terbuka akan dibeli kembali dengan harga NAB baru. Reksadana tertutup tidak akan dibeli kembali oleh penerbitnya. Makara sehabis terjadi transaksi di pasar perdana selanjutnya reksadana akan diperjualbelikan di pasar sekunder. Harga yang terbentuk merupakan pertemuan dari undangan dan penawaran. Harga in yang merupakan NAB baru.
Comments
Post a Comment