Posts

Showing posts with the label Kewirausahaan

Strategi Pemasaran

Image
– Pendistribusian produk-produk tentunya membutuhkan taktik pemasaran. Dalam menciptakan taktik pemasaran dibutuhkan kreativitas dan fleksibilitas dalam konsep, di samping perlu mengatakan atau mengantisipasi perubahan situasi dan masalah yang diperkirakan akan muncul sebagai akhir dari semakin ketatnya persaingan pasar. Hal ini tidak sanggup dilepaskan dari penilaian wacana Bauran Pemasaran ( Marketing Mix ) . Selain berpegang pada Bauran Pemasaran, dalam taktik pemasaran ini juga memperhatikan SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, dan Treat ). Berikut ialah klarifikasi mengenai SWOT.    1.    Kekuatan ( Strength ) , yaitu perlunya menganalisis kekuatan diri maupun kakuatan pesaing untuk merumuskan taktik pemasaran yang efektif, efisien, dan sempurna sasaran.    2.    Kelemahan ( Weakness ) , yaitu perlunya menganalisis kelemahan-kelemahan diri, sehingga sanggup dijadikan pelajaran berharga bagi perbaikan-perbaikan taktik pemasaran...

Empat Sarana Promosi

Image
– Promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan konsumennya. Setidaknya, ada empat macam sarana promosi yang sanggup digunakan oleh setiap pengusaha dalam mempromosikan produknya maupun jasa. Empat macam sarana promosi yang sanggup digunakan adalah: 1.       Periklanan ( Advertising ) . Iklan sanggup dipasang di banyak sekali media, seperti: a.     Pemasangan billboard di jalan, daerah atau lokasi yang strategis. b.     Pencetakan brosur yang ditempel/disebarkan di setiap sentra perbelanjaan atau tempat-tempat strategis. c.     Pemasangan spanduk/umbul-umbul di jalan, daerah atau lokasi yang dianggap strategis. d.    Pemasangan iklan melalui media cetak, menyerupai koran, majalah, tabloid, buku, dan lainnya. e.     Pemasangan iklan melalui media elektronik. Seperti televisi, internet, radio, film, dan lainnya. 2.      ...

Pengertian Kewirausahaan Berdasarkan Ahli

Image
– Entrepreneurship dalam Bahasa Indonesia berarti Kewirausahaan atau Kewiraswastaan, hingga ketika ini belum ada definisi yang telah disepakati bersama antara para ahli. Hal ini telihat dari adanya perbedaan beberapa definisi antara satu jago dengan jago lainnya. Dalam beberapa teks orisinil berbahasa Inggris yang dikemukakan oleh beberapa ahli, kewirausahaan sanggup didefinisikan sebagai berikut. John J. Kao (1993) mendefinisikan “ Entrepreneurship is the attempt to create value through recognition of business opportunity, the management of risk-taking appropriate to the opportunity, and through the communicative and management skills to mobilize human, financial, and material resources necessary to bring a project to fruition ”. Dengan kata lain, kewirausahaan ialah perjuangan untuk membuat nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, administrasi pengambil risiko yang tepat, dan melalui keterampilan komunikasi dan administrasi untuk memobilisasi manusia, uang, dan materi bak...

11 Penyebab Pemimpin Mengalami Kegagalan

Image
– Mengapa banyak pemimpin yang gagal memimpin? Menurut David L Dotlich, Peter C. Cain, dan Jossey Bass (2003) dalam goresan pena Why CEO’s Fail yang dimuat di Koran Suara Pembahuruan, 23 Oktober 2003, pada Samuel H. Tirtamihardja (2003), dalam bukunya Pemimpin yakni Pemimpi , ada sebelas penyebab utama pemimpin mengalami kegagalan dalam memimpin, yaitu:    1.    Arogansi ( Arrogance ) , pemimpin merasa dirinya paling superior dan paling benar, sehingga yang lain (anak buah) dianggapnya selalu salah. (Pemimpin yang congkak, sombong, angkuh, dan keras kepala).    2.    Melograma ( Melogram ) , pemimpin selalu ingin menjadi sentra perhatian.    3.    Mudah berubah pendiriannya ( Volatility ) , pemimpin sulit ditebak, bersikap sesuai situasi (sikapnya selalu berubah setiap saat/situasi).    4.    Hati-hati yang berlebihan ( Excessive Caution ) , pemimpin taku atau mempunyai keraguan yang berlebih...

Pengertian Waralaba (Franchise)

Image
– Definisi waralaba ( franchise ) berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No. 259/MPP/Kep/1997 perihal Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba, yaitu waralaba ialah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan atau memakai hak atas kekayaan intelektual atau inovasi atau cirri khas perjuangan yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang atau jasa. Pengertian waralaba berdasarkan PP RI No. 42 Tahun2007 perihal Waralaba, (Revisi atas PP No. 16 Tahun 1997 dan   Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No. 259/MPP/Kep/1997 perihal Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba), waralaba ialah hak khusus yang dimiliki oleh orang perorangan atau tubuh perjuangan terhadap system bisnis dengan cirri khas perjuangan dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang te...

Kiat Menentukan Perjuangan Waralaba

Image
– Bisnis waralaba sedang berkembang pesat di Indonesia. Lihat saja kini di pinggir-pinggir jalan atau dikawasan tertentu aneka macam perjuangan waralaba, dari waralaba dengan nama yang sudah sering kita lihat hingga dengan nama yang gres kita lihat baru-baru ini. Bagi pe-bisnis yang sedang akan merintis perjuangan waralaba, mereka harus jeli dalam menentukan waralaba mana yang berkualitas semoga sanggup mendatangkan keuntungan bagi pe-bisnis itu nantinya. Hampir semua pewaralaba menyampaikan diri dan bisnis waralabanya paling baik. Sebagai calon terwaralaba Anda dihentikan mengandalkan gosip satu arah dari pewaralaba saja sepenuhnya. Berikut yaitu kiat-kiat bagi seorang terwaralaba di dalam menentukan waralaba mana yang sanggup menawarkan Anda keuntungan. Menurut Bambang N. rachmadi (2007), sebelum Anda menentukan bisnis waralaba, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini. 1.       Jangan gampang percaya dengan brosur, lebih-lebih kepada calo per...

Jenis-Jenis Perjuangan Waralaba

Image
– Setelah mempelajari wacana Pengertian Waralaba ( Franchise ), pada artikel ini akan dipelajari mengenai jenis-jenis perjuangan waralaba. Kebanyakan dari kita niscaya hanya tahu waralaba tidak mempunyai jenis lain, tetapi berdasarkan Longenecker, dkk., (2005) membagi waralaba kedalam tujuh jenis. Berikut yaitu jenis-jenis waralaba dan penjelasannya.   1.    Waralaba nama dagang dan produk ( product and trade name franchise ). Bantuan-bantuan hak menggunakan/menjual nama dagang dan produk yang telah dikenal luas.   2.    Waralaba unit tunggal ( single unit franchise ). Waralaba jenis ini merupakan waralaba paling sederhana dan paling banyak dipakai alasannya kemudahannya. Pewaralaba menunjukkan mekanisme yang telah ditetapkan sebelumnya. Terwaralaba hanya diperkenankan untuk menjalankan usahanya di sebuah gerai yang telah disepakati.   3.    Waralaba format bisnis ( business format franchise ). Menyediakan selur...

Perbedaan Wirausahawan Dan Karyawan

Image
– Apakah menjadi seorang wirausahawan selalu menguntungkan? Apakah menjadi seorang karyawan (bekerja untuk orang lain) juga menguntungkan? Tentu saja tanggapan dari kedua pertanyaan tersebut yakni belum pasti. Kedua jenis pekerjaan tersebut mempunyai perbedaan. Perbedaan ini sanggup menjadi tolak ukur apakah menjadi wirausahawan lebih menguntungkan dan menjanjikan dibandingkan sebagai karyawan? Atau malah sebaliknya? Berikut yakni perbedaan esensial antara Wirausahawan dan Karyawan : WIRAUSAHAWAN 1.       Penghasilan bervariasi atau tidak teratur, sehingga pada tahap awal sulit mengatur sebab penghasilan tidak pasti 2.       Memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi orang kaya, penghasilan sebulan sanggup menutupi pengeluaran atau biaya hidup untuk satu tahun 3.       Pekerjaan bersifat tidak rutin 4.       Kebebasan waktu yang tinggi (tidak terikat oleh jam kerja)...

Kekurangan Yang Menjadi Penyebab Kegagalan Usaha

Image
– Kegagalan seseorang dalam berusaha sering kali disebabkan oleh hal-hal yang remeh atau sepele yang sesungguhnya sanggup dicatat, sehingga di kemudian hari sanggup dihindari atau tidak mengulang kekurangan-kekurangan yang sama.  Berikut ada sembilan kekurangan dalam bisnis yang sering menjadi penyebab kegagalan usaha, yaitu: 1.       Kuna (Kurang Bijaksana) . Dalam mengelola bisnis terutama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan perusahaan/usaha tidak ada pemisahan yang jelas. Penggunaan uang harus selalu bijaksana. Bagaimana sulitnya memperoleh uang dan bagaimana memberi nilai uang semoga bermakna. 2.       Kudis (Kurang Disiplin) . Dalam perjuangan tidak disiplin, terutama kurangnya disiplin (tidak sempurna waktu) dalam melayani order para pelanggan. Kurangnya disiplin biasanya terjadi pada pengelolaan/manajemen umum/pengawasan/pengendalian, dan lain-lain. 3.       Kutu (Kurang Bermut...