Organisasi Formal
Organisasi formal sanggup diibaratkan sebagai sebuah"kendaraan"untuk mencapai kawasan tujuan secara bersama. Menurut para penulis teori organisasi klasik, organisasi formal ialah system acara terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan. |accounting-media.blogspot.com|Struktur organisasi formal di bagi menjadi dua yaitu :
Yang pertama ialah Model struktur dimana kita sanggup mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi dan yang kedua ialah dimensi-dimensi dasar struktur yang akan memilih kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan yang harus dilakukan dan tingkat spesialisasi yang sanggup diberikan.
Variabel-variabel kunci yang memilih desain struktual organisasi, yaitu:
1. Strategi Organisasi
2. Lingkungan yang melingkupinya
3. Teknologi yang digunakan
4. Orang-orang yang terlibat dalam organisasi
Strategi dan struktur
Hubungan erat antara taktik dan struktur organisasional pertama kali di jelaskan oleh Chandler dalam studinya pada beberapa perusahan besar di Amerika. Setelah menganalisa sejarah perkembangan perusahanm-perusahan mirip General Motors, Du Pont, Standard Oil, dan Sears, Roebuck, Chandler menyimpulkan perubahan-perubahan taktik menimbulkan perubahan-perubahan desain organisasi. Dia menyatakan bahwa "struktur mengikuti strategi.
Dalam pemilihan suatu taktik – dan struktur untuk mengimplementasikannya-para manejer harus mempertimbangankan imbas linhkungan eksternal terhadap organisasi. Hubungan antara strategi, struktur dan lingkungan sanggup di pandang dari dua perspektif utama. Dalam pandangan pertama, organisasi ialah reaktif terhadap lingkungannya proses perumusan taktik harus memperhatikan lingkungan dimana organisasi beroprasi pada dikala kini dan akan beroperasi di waktu yang akn datang.
Strategi pada gilirannya akan menghipnotis struktur organisasi dengan klarifikasi sebagai berikut:
1. Strategi memilih kegiatan-kegiatan organisasional, yang merupakan basis pokok bagi desain oerganisasi. Sebagai pola , kegiatan-kegiatan dengan kreativitas dan kebutuhan teknis sangat tinggi mungkin desain organisasi tipe matriks.
2. Strategi menghipnotis pemilihan teknologi dan orang-orang yang sempurna untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut dan hal ini selanjutnya menghipnotis struktur yang sesuai.
3. Strategi memilih lingkungan spesifikasi dimana organisasi akan beroprasi, ini juga mempengarahui struktur.
Lingkungan Eksternal dan Struktur
Tiga tipe lingkungan dalam imbas lingkungan pada desain organisasional sebagai berikut :
1. Lingkungan Stabil, yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan atau tiba-tiba.
2. Lingkungan berubah (changing environment), yaitu lingkunan dimana penemuan mungkin terjadi dalam setiap atau semua bidang yang telah disebut diatas, produk, pasar, hokum, atau teknologi.
3. Lingkungan bergejolak (turbulent environment) jikalau para pesaing melempar produk gres dan tak terduga ke pasaran, hokum sering dig anti, kemajuan teknologi merubah secara drastic desain produk dan metode-motode produksi.
Teknologi dan struktur
Menurut Woodward, ada sejumlah kekerabatan antara proses teknologi dan struktur organisasi, yang sanggup diuraikan sebagai berikut:
1. Semakin kompleks teknoklogi semakin besar jumlah manejer dan tingkatan manajemen. Dengan kata lain teknologi yang akan kompleks mengakibatkan struktur organisasi berbentuk "tall"dan memerlukan derajat supervise dan koordinasi yang lebih besar.
2. Rentang administrasi para manajer lini pertama meningkatkan dari produksi unit ke massa dan lalu turun dari produksi massa ke proses. Para karyawan tingkatan bawah dalam perusahaan-perusahaan produksi unit dan proses cenderung melaksanakan perkerjaan yang memerlukan ketrampilan tinggi.
3. Semakin tinggi kompleksitas tekhnologi perusahan, semakin besar jumlah staf administratif dan klerikal. Semakin besar jumlah para manajer dalam perusahaan yang kompleks secara teknologismemerlukan jasa-jasa pendukung.
Orang dan struktur
Manajer dan struktur adalah nilai -nilai manjerial merupakan faktor penting dalam penentuan taktik organisasi.
Setiap teknologi ada aspek-aspek struktur organisional spesifik yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja yang lebih berhasil.
Karyawan dan struktur faktor-faktor mirip tingkat pendidikan, latar belakang, derajat minat pada pekerjaan para karyawan, dan ketersediaan banyak sekali alternatif di luar organisasi merupakn penentuan-penentuan penting struktur organisasi.
Proses desain Organisasi
Proses desain organisasi sanggup di mulai dari bawah ke atas (bootom up) atau dari atas ke bawah (down up). dengan mekanisme atas ke bawah, tujuan-tujuan organisional umum di terjemahkan menjadi tujuan-tujuan khusus sebagai sarana pencapaian hasil selesai yang diinginkan.
Dengan pendekatan bawah ke atas, proses-proses dasar organisasi akan di menetapkan terlebih dahulu, di mana hal ini berarti merumuskan dan memilih secara simultan teknologi inti yang di gunakan.
Meskipun secara teoristis sanggup dijelaskan secara terpisah, kedua mekanisme tersebut dalam kenyataannya saling tergantung. Dalam praktek, dua mekanisme desain organisasi ini berjalan dengan identifikasi yang terpisah. uasaha-usaha perancangan kembali biasanya hanya menyangkut beberapa penggalan struktur, mirip suatu departemen dipindahkan dari wakil eksekutif satu ke lain, kelompok-kelompok diatur kembali, prosedur-prosedur pelapor dimodifikasi, dan sebagiannya.
Comments
Post a Comment